+62 8527 0717 667 Call for more info

Consulting


Potensi Diri

Secara umum, potensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

  • Kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi, logika dan daya tangkap.
  • Etos kerja, seperti ketekunan, ketelitian, efisiensi kerja dan daya tahan terhadap tekanan.
  • Kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di bawah aneka pengaruh luar.

Menurut "Howard Gardner", potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai berikut:

  1. Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata, baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.
  2. Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.
  3. Intelegensi ruang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, dekorator dan pemburu.
  4. Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor, penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.
  5. Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.
  6. Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain seperti yang dimiliki oleh seseorang motivator dan fasilitator.
  7. Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi (merenung) dan keseimbangan diri.
  8. Intelegensi naturalis, kemampuan

 

diatas sudah dijelaskan bahwa inteligensi adalah potensi yang berusaha dikembangkan secara optimal. menurut Howard Gardner.

ada beberapa Penghambat untuk mengembangkan potensi Diri yaitu sebagai berikut:

Tidak mengenali potensi diri

Artinya mereka itu selama ini tidak tahu kalau bisa melakukan sesuatu kenapa sampai tidak mengenali potensi yang ada di dalam diri mereka? Sepertinya mereka memang takut mencoba dan mencari tahu potensi yang ada di dalam diri mereka.

Kurang bersyukur

Point ini selalu saya masukkan di dalam setiap aspek kehidupan. Sedikit saja kita mau bersyukur maka banyak hal yang kita dapatkan. Dalam hal ini, jika kita bersukur pastinya kita tidak akan lagi fokus dnegan kekurangan kita, akur?

Tidak punya mimpi

Memandang hidup terlampau sederhana, bukankah hidup memang sederhana? tapi tak sesederhana itu, karena banyak hal-hal luar biasa yang bisa kita lakukan untuk kita, keluarga atau lingkungan kita.

Miliki mimpi dan jadikan mimpi kita sebagai motor penggerak agar hidup kita lebih memiliki passion. No passion, no action

Kurang percaya diri

Sebenarnya sih bisa, tapi mau mencoba itu takut. Takut salah, takut tidak berhasil? Seharusnya kita merubah mindset otak kita, coba suggesti diri kita sendiri bahwsannya kita bisa melakukannya. Jika si A bisa pasti kita juga bisa. Memang tidak se simple itu tapi, percayalah “if you think you can, you can! And if you think you can’t you absolutely right!

Tidak mau berusaha

Sudah tahu memiliki potensi dari dalam dirinya, sudah tidak percaya diri, eh sekarang malah tidak mau berusaha. Di suruh begini, tidak mau dan disuruh begitu katanya tidak bisa. Intinya orang-orang yang terlalu malas berusaha dan manja ini jadi sulit maju.

Tidak tahu kalau ALLAH itu maha memungkinkan

Kita harus tahu bahwasannya ALLAH itu maha memunkinkan segala sesuatu yang tidak mungkin. Kalau kita merasa sekali pernah gagal atau belum berhasil, tetap yakin bahwasannya ALLAH itu bisa memungkinkan segala sesuatu yang kita pikir tidak mungkin. Again, keep in faith in what you most believe


Back to Top