+62 8527 0717 667 Call for more info

Consulting


Terapi Untuk Berhenti Merokok

 Merokok adalah perilaku yang menzhalimi diri sendiri dan orang lain, maka dari itu kami dingin berbagi sedikit tentang terapi dan apasih yang menyebabkan orang kecanduan Rokok:

NIKOTIN

     Nikotin adalah zat dalam tembakau yang menyebabkan kecanduan. Zat tersebut merangsang berbagai reseptor nikotinik di dalam otak. Jalur-jalur neural yang terakivasi merangsang neuron-neuron dopamin di daerah mesolimbik yang tampaknya berperan dalam menghasilkan atau menguatkan efek sebagian besar obat-obatan kimia (Stein dkk., 1998). Beberapa pemikiran mengenai kemampuan tembakau untuk menyebabkan kecanduan dapat. dinilai dengan mempertimbangkan seberapa besar pengorbanan yang dilakukan orang-orang untuk dapat tetap mengisapnya. Komponen yang kemungkinan paling berbahaya dalam asap tembakau adalah nikotin, karbon monoksida, dan yang terakhir terutama mengandung beberapa hidrokarbon tertentu, yang banyak di antaranya disebut karsinogen.

Prevalensi dan Konsekuensi Kesehatan

Ancaman terhadap kesehatan yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok telah didokumentasikan secara meyakinkan oleh Surgeon General of the United States  dalam serangkaian laporan sejak tahun 1964. Rokok menjadi penyebab kematian dini di berbagai negara di dunia. Tembakau menewaskan lebih banyak orang setiap tahun dibanding gabungan dari AIDS, kecelakaan mobil, kokain, ganja, heroin, pembunuhan, dan bunuh diri. Kanker paru-paru menewaskan lebih banyak orang dibanding berbagai jenis kanker lain, dan merekok   mungkin menjadi penyebab 87 persen dari kasus kanker paru-paru.

Prevalansi kebiasaan merokok dikalangan orang dewasa cenderung menurun namun dikalangan remaja malah meningkat. Prevalensi tetap tinggi di kalangan pekerja kasar dan buruh, dan orang-orang yang kurang berpendidikan. Prevalensi terendah terdapat dikalangan lulusan perguruan ringgi dan mereka yang berusia lebih dari 75 tahun. Prevalensi juga telah menurun jauh pada kaum perempuan dibanding pada kaum laki-laki.

Konsekuensi Perokok Pasif

Asap yang berasal dari ujung rokok yang menyala, yang disebut asap tangan kedua (secondhand smoke), atau Asap Tembakau Lingkungan (ATL.), mengandung konsentrasi amonia, karbon monoksida, nikotin, dan yang lebih tinggi dibanding asap yang dihirup oleh perokok. Asap tembakau lingkungan dianggap bertanggung jawab atas lebih dari 50.000 kematian per tahun di Amerika Serikat. Pada tahun 1993 Environmental Protection Agency menggolongkan ATL sebagai bahan berbahaya setingkat dengan asbes dan radon.

Efeknya mencakup hal-hal berikut:

? Nonperokok dapat menderita kerusakan paru-paru, kemungkinan permanen, karena terpapar asap rokok dalam waktu lama. Mereka yang hidup bersama perokok memiliki risiko tertinggi.

? Kelainan paru-paru prakanker ditemukan pada mereka yang hidup bersama perokok. Para nonperokok berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.

? Bayi yang dilahirkan oleh para ibu yang merokok selama kehamilan lebih mungkin lahir secara prematur, memiliki berat badan lahir rendah, dan cacat lahir.

? Anak-anak dari orang tua yang merokok lebih mungkin mengalami infeksi saluran pernapasan atas, bronkitis, dan infeksi telinga bagian dalam dibanding anak-anak seusianya yang orang tuanya tidak merokok.

Nikotin adalah zat yang menyebabkan ketergantungan, yang terdapat dalam tembakau. Zat ini menstimulasi reseptor nikotin di otak, yang kemudian menstimulasi neuron dopamine di mesolimbic, yang kemudian menimbulkan efek yang diharapkan oleh pengguna (Stein, et.al., dalam Davison & Neale, 2001). Namun nikotin juga memiliki efek negative, diperkirakan nikotin membunuh sekitar 1100 orang di Amerika Serikat setiap harinya. Selain menyebabkan kematian, nikotin menyebabkan berbagai gangguan bagi kesehatan, antara lain kanker saluran, pernapasan, kanker laring, dan beberapa jenis penyakit kardiovaskuler. Diperkirakan komponen yang paling berbahaya dari tembakau yang dibakar adalah nikotin, karbon monoksida, dan tar, diman aketiganya dikenal sebagai carcinogen.

Selain bagi perokok sendiri, kegiatan merokok juga berbahaya bagi orang lain disekitarnya. Asap yang keluar dari tembakau yang dibakar mengandung kadar ammonia, karbon monoksida, nikotin, dan tar yang lebih tinggi dibandingkan yang dihirup oleh perokok. Oleh sebab itulah rokok juga berbahaya bagi orang lain yang menghirup asap dari tembakau tersebut (Davison &Neale, 2001)

Penanganan bagi perokok antara lain dapat dilakukan dengan pendekatan psikologis maupun biologis. Beberapa cara pernah dicoba dalam pendekatan psikologis, antara lain mengubah cara merokok. Misalnya dengan merokok cepat tanpa dihirup, merokok dalam waku lama dengan rata-rata normal, atau meletakkan rokok dimulut tanpa dihisap. Cara lain adalah dengan mengurangi merokok secara bertahap. Selain itu dapat juga dilakukan penerapan terapi kognitif, berupa terapi untuk menghilangkan mood yang depresif pada perokok. Sedangkan secara biologis, adalah dengan cara mengurangi “ketagihan” dengan cara lain, bukan dengan merokok. Misalnya dengan cara mengunyah permen karet yang mengandung nikotin, atau semacam tempelan yang diletakkan di lengan. Cara yang terbaru adalah menggunakan semacam inhaler, dimana individu dapat menghirup nikotin dari semacam tabung plastic seperti rokok.

 

 

Terapi:

Terapi yang digunakan yaitu NLP dengan mengunakan tahapannya dari awal Hingga akhir, Biasanya Untuk Perokok Kita Gunakan Tapping, yaitu menyentuh titik meridiannya.. selama mencoba


Back to Top