+62 8527 0717 667 Call for more info

Consulting


Pemimpin (pengantar)

Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi suatu kelompok ke arah pencapaian (tujuan).Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi anggota untuk mencapai tujuan organisasi". pemimpin yang tidak memaksa dalam menggerakkan anggota organisasi agar melahirkan pekerjaan yang terarah pada tuiuan organisasi, Maka peran pemimpin sangat penting dalam meciptakan situasi kerja agar pegawai berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi.

Kepemimpinan juga dapat diartikan sebagai suatu kemampuan dan seni untuk mempengaruhi, membimbing, menggerakan, memberi keyakinan, menuntut dan mengarahkan orang lain atau sejumlah orang agar mau bersama-sama melakukan kegiatan-kegiatan utuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Kepemimpinan juga berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menggerakan dan mengarahkan, pada dasarnya adalah koordinasi dan motivasi tertentu untuk memenuhi kebutuhan seperti kebutuhan psikologi.

Hal yang ada Harus pada seseorang pemimpin, yaitu : bakat yang dibawa sejak lahir, pendidikan dari pelatihan dan pengalaman karena pernah menjadi bawahan maupun pemimpin.

Bentuk-Bentuk Gaya Kepemimpinan

1)      Gaya Kepemimpinan Otokratis

Seorang Pemimpin yang otokratis menekankan kekuasaannya dimana ia ingin menjadi penanggung jawab tunggal. Pemimpin berpendapat bahwa tanggung jawabnya sangat besar sekali. Hanya dialah yang bertanggung didalam menjalankan kepemimpinan di lingkungan kerjanya. Maju mundurnya keberhasilan yang dipimpinnya sangat tergantungpadanya. Sehubungan dengan itu pemimpin akan kerja keras dan teliti. Ia menghendaki bawahan dan personilnya bekeda keras dan sungguh-sungguh. Ia takut dan merasa cemas jikalau pekerjaan yang dilakukan bawahannya tidak sesuai dengan diharapkan, oleh sebab itu pengawasan yang dilakukannya sangat ketat.

Pemimpin yang menjalankan gaya kepemimpinan otokratis akan menimbulkan suasana yang tegang. Semua instruksi dan peraturan yang diberikan harus dipatuhi oleh para bawahannya. Bawahan tidak diberikan kesempatan untuk berinisiatif dan mengembangkan kreatifitasnya. Segala pekerjaan yang harus dilakukan oleh bawahan dan bagaimana melaksanakan ditentukan oleh pemimpin. Pada umumnya pemimpin yang otoriter ini menciptakan situasi sekolah yang tidak menggembirakan para bawahan, sebagai akibatnya para bawahan akan bersikap acuh tak acuh, memiliki perasaan berontak karena tertekan, kecuali para guru yang menjadi sahabat kesayangannya

2)            Gaya Kepemimpinan Laizes Faire

Pemimpin yang menggunakan gaya Laizes Faire mempunyai sifat kepemimpinan yang tidak jelas, karena gaya kepemimpinan ini. Pemimpin memberi kebebasan yang seluas-luasnya kepada para bawahannya di dalam memberikan dan melaksanakan tugas-tugasnya. Pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan Laisez Faire akan menyerahkan segala persoalan sepenuhnya kepada guru, pemimpin berpendapat biarlah bawahan bekerja sesuka hatinya, berinisiatif, dan berkreatifitas serta membuat kebijaksanaan sendiri. Ia berpendapat pimpinan itu sebaliknya jangan terlalu banyak berusaha mendekatkan dan mempertemukan pendapat karena hal ini dapat mengurangi kewajiban dari pegawai. Segala macam kekangan terhadap pegawai harus dihinCarkan, karena bertentangan dengan hak individu dalam demokrasi. Akibat positif dari Pimpinan yang menjalankan kepemimpinan dengan gaya ini, diantaranya adalah pegawai bebas beraktifitas, menetapkan segala tindakan dan memiliki inisiatif yang tinggi untuk melakukan segala tindakan dan memiliki inisiatif yang tinggi untuk melakukan segala hal dalam mencapai tujuan. Sedangkan akibat negatif dari gaya kepemimpinan ini adalah apabila pegawai memiliki sikap yang pasif, di mana para pegawai hanya menunggu perintah dari pimpinan. Sehingga pegawai hanya berdiam diri saja karena memberikan kepercayaan sepenuhnya terhadap segala sesuatu tindakan yang harus diambil kepada para pegawai. Akibatnya proses organisasi berjalan pasif, tidak ada dinamika yang hidup akan berpengaruh dalam pencapai tujuan yang diharapkan. Hasil kerja kelompok yang dipimpin Laisez Faire lebih memprihatinkan. Para pegawai frustasi dan bekerja ogah-ogahan, main-main, kuang kecintaan terhadap pekerjaannya. Kelompok kerja ini menunjukkan rasa kurang puas.

diakibatkan oleh munculnya ego tiap individu, sehingga pada akhimya menimbulkan konflik antar guru.

3)            Gaya Kepemimpinan Demokrasi

Di dalam demokratis yang terjadi sekarang ini kepemimpinan yang selalu diharapkan oleh setiap manusia adalah gaya kepemimpinan demokratis, dimana pemimpin tersebut harus bekerjasama dengan kelompok dan berusaha memimbing para bawahannya. persepsi mengenai pada kepemimpinan ini, seorang pemimpin selalu mengikut sertakan anggotanya didalam setiap pengambilan keputusan organisasi, sehingga saran dan pendapat dari anggota selalu dihargai. Pemimpin yang menjalankan persepsi guru pada kepemimpinan Demokratis selalu menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompoknya. Pemimpin harus dapat bekerjasama dengan para bawahan serta pegawai dan berusaha memimbingnya untuk dapat bekerjasama dengan baik. Berhasil tidaknya setiap pekerjaan merupakan tanggung jawab bersama. Pimpinan percaya bahwa setiap orang memiliki kemampuan masing-masing yang tidak dimiliki orang lain. Oleh karena itu, pimpinana melibatkan setiap pegawai untuk menentukan keputusan yang akan diambil dalam memecahkan setiap permasalahan yang ada. Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pimpinan selalu melibatkan setiap pegawai, baik dalam perencanazm, pelaksanaan mampu pada saat evaluasi. Pimpinan yang demokratis dalam proses menggerakan bawahan bertitik tolak pada hasil musyawarah dan mufakat..

 

(Azka Empowering Center)

Referensi tulisan

Ponco Wijanarko, M.PD

 

 


Back to Top