+62 8527 0717 667 Call for more info

Consulting


Perhatikan dan dengarkan Mereka..

Ayah dan Bunda, barangkali kita sering mengeluhkan bahwa anak-anak kita sering sekali tidak mau mendengarkan atau melakukan yang kita harapkan mereka mau lakukan, sedih juga rasanya yaa..

Tapi sebenarnya,, ada beberapa tips praktis yang bisa kita lakukan supaya anak lebih mau mendengarkan atau melakukan yang kita sampaikan, beberapa di antaranya yaitu :

  1. Give Your Child Time to Switch Focus - Berikan waktu anak Anda untuk merubah fokus

Ketika seseorang sedang konsentrasi atau fokus sedang melakukan sesuatu, entah sedang bermain, membaca, menangis, memperbaiki sesuatu, mereka tidak bisa langsung dengan tiba-tiba mendengarkan yang kita sampaikan.

Lakukan observasi apa yang orang lain (anak Anda) sedang lakukan sebelum Anda berbicara padanya. Baik orang dewasa maupun anak-anak, mereka membutuhkan waktu sesaat untuk mengganti fokus perhatianya, supaya mereka kemudian bisa memberikan perhatian penuh pada Anda.

Menunggu sesaat sebelum berbicara juga mengajarkan anak Anda bagaimana Anda juga ingin diperlakukan ketika mereka ingin menginterupsi Anda.

  1. Don’t Talk Over a Crying Child – Janganlah memaksa berbicara pada anak ketika ia sedang menangis

Berbicara pada anak yang sedang menangis untuk memaksa mereka berhenti menangis merupakan hal yang kurang tepat dilakukan. Karena hal tersebut juga dapat mengirimkan pesan negatif tersembunyi pada anak Anda bahwa perasaan-perasaan mereka tidak penting.

Cobalah menunggu sesaat sampai tangisan anak sedikit berkurang sebelum Anda berbicara padanya.

  1. Talk Slowly, with Pauses – Bicaralah Perlahan, beri jeda

Ketika orangtua berbicara atau meminta sesuatu pada anak dengan intensitas yang cepat, “nyerocos”, maka jangan kaget bila anak malah justru “mundur” dan tidak mau mendengarkan karena mereka sendiri hampir bisa dipastikan akan merasa tidak nyaman, malah takut dan bisa saja justru merasa tertekan

Ayah bunda, cobalah untuk berhati-hati ketika berbicara dengan anak, agar mereka tidak merasa ‘overload’ masukan informasi. Pastikan Anda memberikan waktu sesaaat bagi mereka untuk mencerna yang kita sampaikan sebelum melangkah ke poin selanjutnya.

  1. Watch and Adjust Body Language – Perhatikan dan sesuaikan bahasa tubuh

Perhatikan bahasa tubuh anak, apakah mereka mendengarkan yang kita sampaikan atau tidak. Bila mereka belum mendengarkan kita, janganlah memaksa atau marah pada mereka, tetapi berusahalah “menyesuaikan diri” kita, yang sedang kita lakukan.

Lakukan kontak mata, sentuh bahu mereka dengan perlahan dan penuh kasih sayang untuk membangun “koneksi”. Samakan tinggi mata Anda dengan mata anak Anda ketika sedang berhadapan wajah dengannya, lembutkan suara Anda supaya kata-kata yang disampaikan terasa hangat dan mudah diterima.

Melembutkan kata-kata Anda juga berpengaruh positif dalam menjalin hubungan dengan orang lain, meningkatkan kemungkinan untuk Anda menjadi didengarkan, baik ketika Anda berbicara pada orang dewasa maupun anak-anak.

 

Disarikan dari tulisan Sharon Silver, penulis buku Stop Reacting and Start Responding: 108 Ways to Discipline Consciously and Become the Parent You Want to Be. and the founder of Proactive Parenting


Back to Top