+62 8527 0717 667 Call for more info

Psikoterapi


SET

SIMPLE EMPOWERMENT TECHNIQUE

Pemberdayaan diri akan optimal bila tetap terfokus pada fitrah, dan semakin optimal bila kondisi dalam keadaan Rileks (tenang), terfokus (konsentrasi)[1], dan Yakin (hati yang jernih). Hal ini juga diungkapkan oleh Ary G, bahwa untuk tetap pada fitrahnya, maka diperlukan motivasi yang kuat untuk mengendalikan diri dan diperlukan ketulusan hati (kejernihan hati dan perasaan damai)[2].

Hal senada dengan pernyataan Abu Sangkan (2005) dalam bukunya yang berjudul Pelatihan Sholat Khusyu’, mengatakan bahwa ketenangan pikiran merupakan hal terpenting untuk dapat memulai berdialog dengan Allah (khusyu’) sehingga kita bisa menerima kehadiran ilham dalam jiwa. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian Prof DR. M Sholeh (2005) yang menunjukkan bahwa sholat tahajud itu dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan mengefektifkan kemampuan individu dalam menangani masalah yang dihadapi. Sholat tahajud yang dimaksud bukanlah sholat rutinitas belaka, melainkan sholat yang harus diiringi dengan kekhusyukan, ketenangan jiwa, dan rasa bersyukur. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Al Baqoroh ayat 45-46[3].

          Dalam ilmu Psikologi, kondisi tenang, damai dan jernih yang optimal yaitu dimana otak pada kondisi gelombang Alpha, yaitu antara 9-13 hertz. Pada kondisi ini secara alamiah terjadi ketika kita dalam kondisi santai mengarah ke mengantuk.. Bahkan banyak ahli otak mengatakan bahwa tahap tersebut, kemampuan otak sangatlah optimal, karena otak jauh lebih mudah menerima auto

[1]Sebagaimana saran Ary G inanjar, bahwa kita perlu berkonsentrasi dan memusatkan pikiran pada Allah (berfokus pada Fitrah).

[2]QS. Asy Syams :8-10,” Sesungguhnya Beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”.

[3] “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yan gkhusyu’, yaitu orang yang menyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

Simple Empowerment Techniquemerupakan program yang berisi tehnik-tehnik Self Therapy yang mengarahkan otak pada gelombang alpha, menjadi lebih terfokus dan fisik yang rileks sehingga mendapatkan kondisi rileks (tenang, perasaan damai-jernih), terkonsentrasi, dan yakin Bila kondisi- kondisi tersebut terwujud, maka kemampuan pemberdayaan diri akan semakin optimal, sehingga dapat melakukan penyembuhan diri akan semakin meningkat pula. Di dalam penerapan setiap tehnik, ada 3 tahapan yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Diagnosis,

Tahapan dimana kita perlu mengetahui tingkat ketidaknyamanan diri kita/pasien. Ada rentang angka dari 0-9 (dimana 0 paling rendah (tidak ada) dan 9 paling tinggi) dan kita diminta memilih diangka berapa tingkat ketidaknyamanan atau permasalahan kita berada. Dengan melakukan Diagnosis, kita jadi lebih menyadari akan ketidaknyamanan kita, sehingga lebih mengetahui dan sadar diri tentang posisi kita tersebut.

  1. Tindakan SET

Tahapan ini adalah kita menggunakan tehnik SET dalam upaya mengoptimalkan potensi dan menyembuhkan ketidaknyamanan atau permasalahan. Untuk tahapan ini akan ada penjelasan detail per tehniknya.

  1. Recovery

Tahapan ini adalah dimana kita merasakan adanya prose’s menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya. Dalam tahap ini, kita diminta melingkari rentang angka dari 0-9 (dimana 0 paling rendah (tidak ada) dan 9 paling tinggi) dan kita diminta memilih diangka berapa tingkat ketidaknyamanan atau permasalahan kita berada setelah diberi tindakan SET. Bila Efektif aka nada penurunan signifikan dari angka pada saat diagnosis. Semisal, ketika diagnosis, angka ketidak nyamanannya di angka 8, lalu setelah diberi tindakan SET, menjadi 5, maka ada penurunan 3 point pada ketidaknyamanan tersebut. Agar berkurang atau bahkan hilang (menjadi 0), maka perlu diberi tindakan SET lagi, baik dengan menggunakan tehnik SET yang sama atau yang lainnya.


Back to Top